January 18, 2010

To Share : Good morning, Love!


*repost dari notesnya Nina Nur Arifah*

Nice love posting, dear ^^ ,

elly kusnadi loves it ^^


Morning, love...

Aku bangun lebih dulu pagi hari ini. Tampaknya kau masih menjelajah mimpi lebih dalam. Kulihat bibirmu bergerak-gerak tersenyum, dan sudut matamu berdenyut... Apa yg kau lihat dalam mimpimu, Love? Dan aku berharap jawabannya adalah aku, yg mampu membuatmu tersenyum bahagia setulus itu. Wajahmu yg sedang tidur tak pernah membosankan. Seakan menyimpan dunia dongeng tersendiri, dan aku tak mampu menembusnya.



Hey... tidakkah bau roti bakar isi coklat ini mengganggu tidurmu? Coklat... selalu menjadi favoritmu. Raut mukamu selalu jenaka saat memakan coklat. Mulutmu menggembung seperti tidak rela coklat itu singgah terlalu sedikit disana. Dan sekitar bibirmu penuh coklat, belepotan sekali... Selalu berhasil menggodaku untuk membersihkan sisa-sisa coklat itu. Kemudian kau nyengir selebar-lebarnya, menampakkan barisan gigi putih yg telah ternoda coklat, seraya tergelak seperti anak TK. Lalu kau memejamkan mata, menikmati rasa coklat dalam mulutmu. Diam... seakan aku tidak ada disana. Dan aku memandangmu tak jemu... kau begitu indah.

Baiklah... coklat tak dapat membangunkanmu dari mimpi. Bagaimana dengan secangkir kopi, Love? Aku tahu kau tergila-gila dengan kopi. Kau bukanlah morning person, selalu mengandalkan kopi untuk membuka semangatmu. Dan kau bukanlah orang yg tahan ngantuk. Kopi adalah senjatamu saat tidur menjadi pilihan teratas di pikiranmu. Pernah aku memergokimu membawa termos berisi kopi ke kantor. Mana enak kopi yg tidak diseduh air yg baru mendidih, kataku. Tapi kau tertawa... 'Aku bukan suka kopi, aku suka rasa kopi. Tidak masalah panas atau hangat, tetap saja rasa kopi', sambil terkekeh melihatku takjub akan kata-katamu.

Hmm... kau belum juga beranjak dari lelap. Aku menyerah... dan memutuskan memandangimu, menikmati wajah damaimu, berharap aku dapat menelusuri alam bawah sadar itu. Apakah kau tahu, Love? Bahwa mengenalmu bagaikan membuka sebuah pintu yg selama ini tertutup rapat dan tak berani kubuka. Bahkan menyentuhnya pun aku tak mau. Kemudian kau menggiringku ke sana... mendekat dan mengijinkanku mengintip dunia di balik pintu itu. Dongeng... duniamu seperti dongeng, terlalu ajaib, memaksa keingintahuanku untuk melihat lebih dalam. Seperti dapat membaca pikiranku yg masih gelisah, kau mengulurkan tanganmu yg selama ini kukira dingin. Hangat, seakan kau meyakinkanku... 'Ayo... kita jalan-jalan dulu sampai kau merasa nyaman'. Tak berani aku menggenggam tanganmu terlalu erat. Aku takut kau tahu, bahwa aku telah terpikat. Namun ternyata duniamu indah, Love... sangat indah. Kau hadirkan dirimu yg tegas dan lembut. Kau membuatku terpukau dengan cerita-ceritamu, mimpi-mimpimu... kau membuatku terpukau dengan dirimu.

Entah sampai kapan kau tertidur seperti itu. Roti bakar dan kopi itu sudah mulai dingin. Tapi aku berharap, saat aku kembali menemuimu, kau sudah duduk di sana, dengan wajah jenaka yg ternodai coklat dan barisan kopi di atas bibirmu, tersenyum lebar menampakkan barisan gigi yg selalu kukagumi, 'Hey, Love... sit beside me. I've got another magic for you.'

Happy (never been told) Anniversary, Love
XOXO

*on a gloomy morning, November*

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive